Prey (2017): Horor Sci-Fi dengan Kebebasan Immersive Sim

Sekilas Tentang Prey dan Premis Ceritanya

Prey (2017) adalah game sci-fi immersive sim yang dikembangkan oleh Arkane Studios, menghadirkan pengalaman unik yang memadukan horor psikologis, eksplorasi bebas, dan narasi penuh misteri. Pemain berperan sebagai Morgan Yu, seorang ilmuwan yang terbangun di stasiun luar angkasa Talos I, tempat eksperimen alien berubah menjadi mimpi buruk. Sejak menit awal, game ini sudah mempermainkan persepsi pemain tentang realitas, identitas, dan kepercayaan. Cerita Prey tidak disuapi secara langsung, melainkan dibangun lewat eksplorasi lingkungan, email, rekaman suara, dan detail kecil yang perlahan menyusun gambaran besar tentang apa yang sebenarnya terjadi di Talos I. Pendekatan ini membuat pemain merasa benar-benar sendirian, terisolasi, dan terus dihantui rasa tidak aman.

Gameplay Immersive Sim yang Memberi Kebebasan Ekstrem

Gameplay Prey sangat menekankan kebebasan pendekatan, di mana hampir setiap masalah memiliki banyak solusi. Kamu bisa menyelinap, bertarung, memanfaatkan lingkungan, atau bahkan memanipulasi sistem stasiun untuk bertahan hidup. Tidak ada jalur benar atau salah, hanya konsekuensi dari pilihan yang diambil. Musuh utama berupa Typhon, alien dengan kemampuan meniru objek sekitar, memaksa pemain selalu waspada bahkan pada benda paling sepele. Sistem ini menciptakan ketegangan konstan dan membuat eksplorasi terasa berbahaya. Prey mendorong pemain untuk berpikir kreatif, bereksperimen, dan belajar dari kegagalan, menjadikannya salah satu immersive sim paling murni dan menantang.

Neuromod, Skill, dan Pilihan Moral

Sistem Neuromod menjadi inti pengembangan karakter di Prey. Pemain RAJA99 dapat meningkatkan kemampuan manusia seperti hacking dan engineering, atau mengambil kekuatan alien yang memberi kemampuan luar biasa namun berdampak pada dunia dan ending cerita. Pilihan ini bukan sekadar soal gameplay, tetapi juga keputusan moral dan filosofis tentang kemanusiaan. Semakin banyak kekuatan Typhon yang kamu ambil, dunia akan merespons secara berbeda. Sistem ini membuat setiap build karakter terasa unik dan setiap playthrough memiliki identitas sendiri. Tidak ada paksaan gaya bermain, hanya konsekuensi yang harus diterima pemain.

Desain Talos I dan Atmosfer Horor

Talos I adalah salah satu desain level terbaik yang pernah dibuat Arkane. Stasiun luar angkasa ini saling terhubung secara logis, dengan area yang bisa diakses ulang menggunakan kemampuan baru. Setiap ruangan dipenuhi detail naratif, dari eksperimen gagal hingga kisah tragis para kru. Atmosfer horor dibangun bukan lewat jumpscare murah, tetapi melalui ketidakpastian, suara lingkungan, dan rasa diawasi. Visual sci-fi retro, pencahayaan dingin, serta desain audio yang mencekam membuat Prey terasa sunyi, menekan, dan tidak bersahabat. Dunia game ini tidak ingin kamu nyaman—dan itulah kekuatannya.

Kesimpulan: Immersive Sim Paling Berani

Prey (2017) adalah game cerdas, berani, dan tidak kompromi, menawarkan pengalaman immersive sim sejati yang menuntut pemain untuk berpikir, bereksperimen, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Dengan gameplay bebas, cerita penuh lapisan, serta atmosfer horor yang konsisten, Prey menjadi salah satu karya terbaik Arkane Studios. Ini bukan game untuk semua orang, tetapi bagi pemain yang menyukai eksplorasi mendalam dan kebebasan absolut, Prey adalah pengalaman yang sulit dilupakan.